Senin, 26 November 2012



Ramalan Imam Mahdi

بِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ
 وَلاَ قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ
Itulah dari sebagian berita gaib yang kami wahyukan kepadamu dan tidaklah sebelumnya engkau mengetahuinya dan tidak pula kaummu, maka bersabarlah karena sesunguhnya (janji itu) sebagai balasan untuk kaum yang bertakwa.
(Hud: 49)


PENDAHULUAN


        Belum lama berakhirnya perang dunia ke II, pada tahun 1948 muncullah negara Israel di Palestina. Setelah Imperialisme mulai hilang secara perlahan, dunia kembali disibukkan dengan semangat yang jauh lebih mengerikan lagi yaitu Zionisme. Anehnya bantuan Eropa dan negara-negara Barat kepada negara Yahudi baru tersebut terus mengalir begitu derasnya hingga hari ini. Walaupun, berdirinya negara ilegal tersebut mendapatkan tentangan keras dari masyarakat yang tinggal di kawasan, tetapi bantuan serta pengakuan dari negara-negara barat tak kunjung reda. Timur Tengah memanas, lalu meletuslah perang Arab dan Yahudi di kawasan itu.
Semua fenomena ini tak lain merupakan indikasi kuat tentang semakin mendekatnya era kedatangan “Kerajaan Israel yang dinantikan” bagi pengikut Yahudi, dan era kedatangan “Almasih” bagi umat Kristiani. Ditunjang lagi dengan maraknya apa yang dapat kita sebut dengan ‘gelombang pembunuhan karakter Islam’ di Eropa dan negara Barat lainnya. Termasuk usaha untuk memperburuk potret Islam di seluruh dunia.
Sesungguhnya, dengan fitnah Zionisme dan barat yang ditujukan ke seluruh dunia bahwa Islam memiliki misi untuk menghancurkan dunia, bahwa Timur Tengah adalah pusat terorisme Internasional, dan muslimin akan membunuh siapa pun selain dari golongan agamanya sangat mengelisahkan. Sampai hari ini, dapat dikatakan bahwa secara umum, Zionisme dan Barat telah berhasil menjalankan misinya tersebut.
          Salah satu fenomena yang membuat kita semakin meyakini kesimpulan di atas adalah fakta bahwa sejak dahulu ada semacam upaya untuk membuat kawasan Timur Tengah terus bergolak secara politik, sehingga tidak pernah aman dan stabil. Terjadinya perang antara Irak dan Iran selama 8 tahun, invasi Irak ke Kuwait pada 2 Agustus 1990 adalah beberapa contohnya. Contoh yang teraktual adalah invasi Amerika Serikat ke Irak dengan bertopang pada dalih adanya senjata pemusnah massal yang dibangun oleh rezim Saddam Hussein. Pasca invasi, Irak luluh lantah, jutaan korban berjatuhan dan hingga detik ini terus menjadi ladang pembantaian, tak kunjung stabil dan aman secara politis. Sebelum fenomena di atas, telah muncul nama Usamah bin Ladin dengan Al Qaeda-nya, sebagai sebuah jaringan organisasi yang dituduh mendalangi berbagai aksi terorisme di dunia. Dan salah satunya adalah tragedi WTC pada September 2001.
          Semua ini merupakan bagian dari rencana Zionisme untuk menghancurkan Islam. Dibuat sebuah upaya untuk menjatuhkan nama Islam dan membuat muslimin menjadi sasaran tuduhan atas berbagai tindak kejahatan yang tidak dilakukannya.
Hari ini Irak hidup dalam suasana yang mencekam, situasi yang tidak kondusif, baik secara politik dan keamanan, maupun ekonomi, ditambah masuknya kelompok radikal jamaah takfir[1][1] yang datang dari berbagai negara Arab lainnya. Tentunya hal itu terjadi, setelah mereka mendapatkan kemudahan dari intelejen Amerika, Inggris, dan Israel, sehingga kelompok ini dapat menciptakan kekacauan, ketakutan, dan kehancuran di Irak yang berujung pada meletusnya perang saudara di Irak—perang sektarian antara Syiah, Sunnah, dan Kurdi.
Semua ini adalah strategi jitu Zionisme yang kuat, didanai oleh Amerika, ditambah pelaksanaan yang matang oleh Al Qaeda dengan cara membunuh kelompok non muslim, sebagai dalang peristiwa peledakan bom di Eropa, dan pembunuhan terhadap Islam Syiah di Irak. Tanpa mereka sadari, semua itu telah membantu Zionisme dalam mencapai misi-misi busuk mereka terhadap Islam. Oleh karena itulah, mereka telah berhasil memperburuk citra Islam di mata dunia.
Di dalam buku saya ini akan dijelaskan secara berurutan berbagai sebab adanya misi buruk terhadap Islam dan kaum muslimin, khususnya di Irak, termasuk sebab terjadinya perang di kawaan Timur Tengah dan terbitnya karikatur Nabi Muhammad (saw) pada salah satu media cetak Denmark. Buku ini pun akan mengungkap sebab mendasar perang yang dilancarkan Amerika terhadap Afghanistan, penjajahannya terhadap Irak, dan berbagai perang yang akan terjadi nantinya pada kawasan tersebut.
          Kami sangat berharap kepada pembaca yang budiman agar membuka fikiran dan hati ketika membaca buku ini. Semoga hal itu akan dapat menambah wawasan dan keilmuan kita, karena tidak ada seorang manusia pun dengan berbagai tingkat keilmuanya, yang mampu mengetahui seluruh rahasia Allah (Swt). Tentunya para pembaca akan menemukan pendapat yang mungkin berbeda dengan kami, dan kami pun meyakini hal itu adalah sesuatu yang lumrah terjadi sebagaimana yang telah kami perhitungkan sebelumnya.selamat membaca!




[1][1] Kelompok Islam Salafi garis keras yang dalam praktik keagamaannya mudah sekali untuk mengafirkan sesama muslim yang berbeda pendapat dengan mereka (penerjemah).

berbagi cerita dari orang lain