Ramalan Imam Mahdi
بِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
تِلْكَ
مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ
وَلاَ قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا
فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ
Itulah dari sebagian berita gaib yang kami wahyukan kepadamu dan
tidaklah sebelumnya engkau mengetahuinya dan tidak pula kaummu, maka
bersabarlah karena sesunguhnya (janji itu) sebagai balasan untuk kaum yang
bertakwa.
(Hud: 49)
PENDAHULUAN
Belum lama
berakhirnya perang dunia ke II, pada tahun 1948 muncullah negara Israel di
Palestina. Setelah Imperialisme mulai hilang secara perlahan, dunia kembali
disibukkan dengan semangat yang jauh lebih mengerikan lagi yaitu Zionisme.
Anehnya bantuan Eropa dan negara-negara Barat kepada negara Yahudi baru
tersebut terus mengalir begitu derasnya hingga hari ini. Walaupun, berdirinya
negara ilegal tersebut mendapatkan tentangan keras dari masyarakat yang tinggal
di kawasan, tetapi bantuan serta pengakuan dari negara-negara barat tak kunjung
reda. Timur Tengah memanas, lalu meletuslah perang Arab dan Yahudi di kawasan
itu.
Semua fenomena
ini tak lain merupakan indikasi kuat tentang semakin mendekatnya era kedatangan
“Kerajaan Israel yang dinantikan” bagi pengikut Yahudi, dan era kedatangan
“Almasih” bagi umat Kristiani. Ditunjang lagi dengan maraknya apa yang dapat
kita sebut dengan ‘gelombang pembunuhan karakter Islam’ di Eropa dan negara
Barat lainnya. Termasuk usaha untuk memperburuk potret Islam di seluruh dunia.
Sesungguhnya,
dengan fitnah Zionisme dan barat yang ditujukan ke seluruh dunia bahwa Islam
memiliki misi untuk menghancurkan dunia, bahwa Timur Tengah adalah pusat
terorisme Internasional, dan muslimin akan membunuh siapa pun selain dari
golongan agamanya sangat mengelisahkan. Sampai hari ini, dapat dikatakan bahwa
secara umum, Zionisme dan Barat telah berhasil menjalankan misinya tersebut.
Salah satu
fenomena yang membuat kita semakin meyakini kesimpulan di atas adalah fakta
bahwa sejak dahulu ada semacam upaya untuk membuat kawasan Timur Tengah terus
bergolak secara politik, sehingga tidak pernah aman dan stabil. Terjadinya
perang antara Irak dan Iran selama 8 tahun, invasi Irak ke Kuwait pada 2 Agustus
1990 adalah beberapa contohnya. Contoh yang teraktual adalah invasi Amerika
Serikat ke Irak dengan bertopang pada dalih adanya senjata pemusnah massal yang
dibangun oleh rezim Saddam Hussein. Pasca invasi, Irak luluh lantah, jutaan
korban berjatuhan dan hingga detik ini terus menjadi ladang pembantaian, tak
kunjung stabil dan aman secara politis. Sebelum fenomena di atas, telah muncul
nama Usamah bin Ladin dengan Al Qaeda-nya, sebagai sebuah jaringan organisasi
yang dituduh mendalangi berbagai aksi terorisme di dunia. Dan salah satunya
adalah tragedi WTC pada September 2001.
Semua
ini merupakan bagian dari rencana Zionisme untuk menghancurkan Islam. Dibuat
sebuah upaya untuk menjatuhkan nama Islam dan membuat muslimin menjadi sasaran
tuduhan atas berbagai tindak kejahatan yang tidak dilakukannya.
Hari ini Irak
hidup dalam suasana yang mencekam, situasi yang tidak kondusif, baik secara
politik dan keamanan, maupun ekonomi, ditambah masuknya kelompok radikal jamaah takfir[1][1] yang datang dari berbagai negara Arab lainnya. Tentunya
hal itu terjadi, setelah mereka mendapatkan kemudahan dari intelejen Amerika,
Inggris, dan Israel, sehingga kelompok ini dapat menciptakan kekacauan,
ketakutan, dan kehancuran di Irak yang berujung pada meletusnya perang saudara
di Irak—perang sektarian antara Syiah, Sunnah, dan Kurdi.
Semua ini
adalah strategi jitu Zionisme yang kuat, didanai oleh Amerika, ditambah
pelaksanaan yang matang oleh Al Qaeda dengan cara membunuh kelompok non muslim,
sebagai dalang peristiwa peledakan bom di Eropa, dan pembunuhan terhadap Islam
Syiah di Irak. Tanpa mereka sadari, semua itu telah membantu Zionisme dalam
mencapai misi-misi busuk mereka terhadap Islam. Oleh karena itulah, mereka
telah berhasil memperburuk citra Islam di mata dunia.
Di dalam buku
saya ini akan dijelaskan secara berurutan berbagai sebab adanya misi buruk
terhadap Islam dan kaum muslimin, khususnya di Irak, termasuk sebab terjadinya
perang di kawaan Timur Tengah dan terbitnya karikatur Nabi Muhammad (saw) pada
salah satu media cetak Denmark. Buku ini pun akan mengungkap sebab mendasar
perang yang dilancarkan Amerika terhadap Afghanistan, penjajahannya terhadap
Irak, dan berbagai perang yang akan terjadi nantinya pada kawasan tersebut.
Kami
sangat berharap kepada pembaca yang budiman agar membuka fikiran dan hati
ketika membaca buku ini. Semoga hal itu akan dapat menambah wawasan dan
keilmuan kita, karena tidak ada seorang manusia pun dengan berbagai tingkat
keilmuanya, yang mampu mengetahui seluruh rahasia Allah (Swt). Tentunya para
pembaca akan menemukan pendapat yang mungkin berbeda dengan kami, dan kami pun
meyakini hal itu adalah sesuatu yang lumrah terjadi sebagaimana yang telah kami
perhitungkan sebelumnya.selamat membaca!
[1][1] Kelompok Islam Salafi garis keras
yang dalam praktik keagamaannya mudah sekali untuk mengafirkan sesama muslim
yang berbeda pendapat dengan mereka (penerjemah).